-
1. Memulai Git
- 1.1 Tentang Version Control
- 1.2 Sejarah Singkat Git
- 1.3 Dasar Git
- 1.4 Menginstall Git
- 1.5 Setup Git Untuk Pertama Kalinya
- 1.6 Memperoleh Pertolongan
- 1.7 Kesimpulan
-
2. Dasar-dasar Git
- 2.1 Mengambil Repositori Git
- 2.2 Merekam Perubahan ke dalam Repositori
- 2.3 Melihat Sejarah Commit
- 2.4 Membatalkan Apapun
- 2.5 Bekerja Berjarak
- 2.6 Menandai
- 2.7 Tips dan Tricks
- 2.8 Simpulan
-
3. Branching Pada Git
- 3.1 Apakah Branch Itu
- 3.2 Basic Branching and Merging
- 3.3 Manajemen Branch
- 3.4 Alur Kerja Branching
- 3.5 Remote Branches
- 3.6 Rebasing
- 3.7 Kesimpulan
Chapter 3
Branching Pada Git
Hampir setiap VCS memiliki sejumlah dukungan atas branching (percabangan). Branching adalah membuat cabang dari repositori utama dan melanjutkan melakukan pekerjaan pada cabang yang baru tersebut tanpa perlu khawatir mengacaukan yang utama. Dalam banyak VCS, branching adalah proses yang agak mahal, karena seringkali mengharuskan anda untuk membuat salinan baru dari direktori kode sumber, dimana dapat memakan waktu lama untuk proyek-proyek yang besar.
Beberapa orang menyebut model branching dalam Git sebagai "killer feature," hal inilah yang membuat Git berbeda di komunitas VCS. Mengapa begitu istimewa? Cara Git membuat cabang sangatlah ringan, membuat operasi branching hampir seketika dan berpindah bolak-balik antara cabang umumnya sama cepatnya. Tidak seperti VCS lainnya, Git mendorong alur kerja dimana kita sering membuat cabang dan kemudian menggabungkannya, bahkan dapat beberapa kali dalam sehari. Memahami dan menguasai fitur ini memberi anda perangkat yang ampuh, unik, dan benar-benar dapat mengubah cara anda melakukan pengembangan (develop).